Sabtu, 18 Desember 2010

Dialog Nasional “Dakwah Simbiosis” & Milad ke-60 Prof. Dr. H. Mohd. Hatta

REFLEKSI DIALOG NASIONAL:

“DAKWAH SIMBIOSIS DALAM RANGKA 60 TAHUN PROF. DR. H. MOHD. HATTA GURU BESAR ILMU DAKWAH FAKULTAS DAKWAH IAIN SUMATERA UTARA”

Dialog Nasional yang diadakan di AULA KAMPUS II IAIN SUMATERA UTARA JL. WILLIEM ISKANDAR PASAR V MEDAN ESTATE ini mengetengahkan 3 (tiga) orang Pembicara yang kesemuanya adalah ALUMNI FAKULTAS DAKWAH IAIN.

1. Brigjend Dr. H. Ahmad Yani Basuki, M.Si. (Staf Khusus PRESIDEN RI & ALUMNI FAKULTAS DAKWAH IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA) mengetengahkan judul presentase: “PERSPEKTIF DAKWAH SIMBIOSIS”.
Ahmad Yani Basuki mengemukakan bahwa inovatif dan kreatif dalam berdakwah sangat diperlukan dalam meningkatkan keberhasilan pelaksanaan dakwah. Surat An-Nahl ayat 125 kiranya jelas mengamanatkan kewajiban melaksanakan dakwah bagi umat Islam dan sekaligus menjelaskan metodenya yang dinamis. Hal ini sejalan dengan fakta kehidupan yang kita hadapi, bahwa hidup selalu ada reformnya, yaitu terus berkembangnya keadaan dengan perubahan-perubahannya, tetapi juga harus tetap ada continuitynya, yaitu nilai-nilai dasar yang harus tetap terpelihara kelangsungannya. Di sinilah peran para da’i yang inovatif dan kreatif (reform) dalam merumuskan pendekatan dalam dakwah agama agar nilai-nilai ajaran agama (continuity) tetap kokoh sebagai landasan kehidupan umat.
Beliau juga banyak mengutip pernyataan-pernyataan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama untuk melihat fenomena apresiatif dunia internasional kepada Islam dewasa ini. Di samping itu, juga dipaparkan tentang fenomena Islamphobia yang terjadi di beberapa negara Eropa dan Amerika. Dari berbagai fenomena tersebut, Ahmad Yani Basuki mengatakan bahwa kondisi tersebut harus dipahami, dihadapi sekaligus disikapi dalam dakwah Islam. Ada indikasi bahwa dewasa ini sedang menggelayut kebangkitan global peradaban dunia Islam, maka harus dipekuat dan didorong. Sementara itu juga tetap ada beberapa kasus penolakan terhadap Islam, maka pertanyaannya kenapa hal itu bisa terjadi?
Bisa jadi sikap demikian muncul karena memang belum paham Islam atau pemahaman mereka tentang Islam adalah salah. Jika belum paham, bisa jadi memang infromasi belum sampai. Jika pemahaman mereka salah berarti informasi yang diterimanya salah. Informasi tentang Islam bisa diperoleh melalui penjelasan yang didengar maupun dari sikap dan tindakan umat Islam yang dilihatnya.

2. Dr. H. Yakub Amin, MA (ALUMNI TERBAIK UIN SYAHIDA JAKARTA 2010 adalah DOSEN & ALUMNI FAKULTAS DAKWAH IAIN SUMATERA UTARA) mempresentasekan makalah yang berjudul: “APRESIASI PERADABAN ISLAM TERHADAP TRADISI LOKAL (Simbiosis Antara Agama dan Budaya)”.
Yakub Amin menjelaskan bahwa simbiosis antara agama dan kebudayaan khususnya agama Islam tidak saja pada tataran regional bahkan juga lokal merupakan aktualisasi dan beberapa prinsip fundamental. Telah terjadi kekuatan yang saling tarik menarik antara prinsip keterbukaan dengan prinsip kemurnian (furifikasi). Ketika keterbukaan mengambil unsur-unsur lokal akan terjadi sebuah sintesa kebudayaan Islam yang menguntungkan dakwah dan penyebaran Islam, akan tetapi dinilai bernuansa sinkretis dan belum sepenuhnya Islam. Sebaliknya jika penonjoan aspek otensititas (keaslian) maka akan menampilkan suatu konstruksi bengunan kebudayaan Islam yang cenderung “tidak toleran” terhadap kebudayaan dan tradisi-tradisi lokal. Untuk menghindari kedua gerak ekstrem tersebutsudah saatnya pendekatan yang digunakan lebih bersifat simbiosis akomodatif dan selektif.
Doktor jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga memaparkan bahwa secara historis memang harus diakui bahwa peradaban Islam dahulunya adalah nukleus tunggal. Seiring dengan perkembangan zaman dan penyebaran Islam maka peradaban Islam bergerak menuju kebudayaan yang plural melalui proses asimilasi dan akulturasi. Tentu saja hal ini melahirkan dialektika antara agama dengan warisan kebudayaan di luar Islam, maka jadilah ia bersifat regional dan lokal.
Hingga saat ini, sebagaimana Yakub Amin mengutip pendapat Sayyed Hosein Nasr, terdapat 5 (lima) peta keragaman peradaban Islam, yaitu: 1) Kawasan Arab; 2) Kawasan Iran/Persia; 3) Kawasan Turki; 4) Kawasan Melayu; dan 5) Kawasan Afrika/Hitam.

3. Dr. Wahidah Zein Siregar (Pembantu Dekan I (Akademik & Kemahasiswaan) IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA & ALUMNI FAKULTAS DAKWAH IAIN SUMATERA UTARA) memaparkan makalah yang berjudul: “DAKWAH SIMBIOSIS (Menjawab Tantangan Globalisasi)”.
Setelah memaparkan pengertian kata-kata kunci, yakni dakwah dan globalisasi, Wahidah Zein mengemukakan bahwa yang diinginkan dari dakwah simbiosis adalah suatu keniscayaan untuk melakukan kerjasama antarsesama stakeholders (individu atau kelompok, PT Islam, NU, Muhammadiyah, Alwashliyah, atau CSO’s lainnya yang terlibat di dalam dakwah). Masing-masing stakeholders tidak lagi mengutamakan kelompoknya saja dengan mengabaikan kepentingan kelompok lainnya. Sebab kekuatan besar (globalisasi) dewasa ini hanya bisa dilawan jika stakeholders tadi dapat melakukan collective afficiency.

Alumni S2 & S3 dari Negeri Kanguru (Australia) ini juga mengharapkan jika ingin menjadi global citizen, maka harus berusaha untuk selalu up to date dengan perkembangan yang terjadi secara global ini, harus juga dapat membangun network dengan lembaga-lembaga dakwah di negeri-negeri lain. Seorang juru dakwah yang global citizen juga harus melakukan kegiatan-kegiatan nyata untuk mengantisipasi pengaruh negatif globalisasi tersebut. Demikian juga harus melakukan positive social movements untuk menghadapi dampak buruk dari globalisasi.

Di hari MILAD KE-60 PROF. DR. H. MOHD. HATTA ini tentu tiada kata yang pantas diucapkan selain ucapan SELAMAT. Ucapan-ucapan SELAMAT ULANG TAHUN itu disampaikan dalam Acara: “PELUNCURAN BUKU ‘SIMBIOTIKA DAKWAH ISLAM’ & ‘MUTIARA MELAYU DARI LANGKAT’ DALAM RANGKA MILAD KE-60 PROF. DR. H. MOHD. HATTA DIRANGKAIKAN DENGAN 33 TAHUN PERNIKAHAN PROF. DR. H. MOHD. HATTA DENGAN DRA. HJ. PIPIH SHOPIAH” di Hotel Garuda Plaza, pada hari Jum’at (malam Sabtu) mulai pukul 20.30 WIB.
Di antara yang hadir diberikan kesempatan memberikan ucapan “SELAMAT” antara lain oleh Prof. Dr. H. Abdullah Syah, MA (Ketua MUI Sumatera Utara), Prof. Dr. H. Nur A. Fadhil Lubis, MA (Rektor IAIN-SU), Dr. dr. Aswin Rose Yusuf (mantan Dokter Kepresiden RI & Ketua Jam’iyatul Islamiyah Indonesia), Kasim Siyo, Drs. H. Rahudman Harahap, MM (Walikota Medan), dan yang mewakili Gubsu.

Buku SIMBIOTIKA DAKWAH ISLAM karya Prof. Dr. H. Mohd. Hatta yang dieditori oleh Dr. Sulidar, M.Ag diberi Kata Pengantar oleh Prof. Dr. H. Syahrin Harahap, MA, Guru Besar Fakultas Ushuluddin IAIN Sumatera Utara dan saat ini menjadi Rektor Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan. Buku yang diterbitkan oleh Citapustaka Media Perintis Bandung (Desember 2010) ini terdiri dari 189+xvi halaman dibagi dalam 3 (tiga) Bagian: Bagian I tentang NORMATIVITAS DAKWAH; Bagian II tentang MODERNITAS DAKWAH; dan Bagian III tentang AKTUALITAS DAKWAH. Masing-masing bagian terdiri dari 5 (lima) judul topik pembahasan.
Buku MUTIARA MELAYU DARI LANGKAT PROF. DR. H. MOHAMMAD HATTA disusun oleh H. Ahmad Perdana, MA & Dr. H. Zainal Arifin, MA dan dieditori oleh Dr. H. Muhammad Sofyan. Buku yang menceritakan butir-butir mutiara sebagai perjalanan hidup sang Profesor ini diterbitkan oleh Penerbit Duta Azhar Medan tahun 2010 setebal vi + 159 halaman. Buku apik yang bersampul warna kuning dengan foto Prof. Dr. H. Mohd. Hatta ini dilampiri dengan foto-foto kenangan sehingga membuat pembacanya lebih terpesona. Bagaimanapun banyak motivasi dan gagasan yang dapat dipetik dari buku ini.
SELAMAT KEPADA BAPAK PROF. DR. H. MOHAMMAD HATTA SEMOGA KARYA DAN PENGABDIAN BAPAK MENJADI INSPIRASI BAGI PARA AKTIVIS DAKWAH DAN UMAT ISLAM PADA UMUMNYA. AMIN…………

Hasnun Jauhari Ritonga, MA
Dosen & Alumni Fakultas Dakwah IAIN Sumatera Utara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar